Secercah Cinta
"Mati.. nggak.. mati nggak..". Aku terus meramalkan nasibku dengan kelopak-kelopak bunga mawar yang ku genggam. Seketika itu pula, angin kencang tiba-tiba berhembus, mengejutkanku dan membuat mataku tertutup sejenak.
Saat aku membuka mata, aku melihat seorang laki-laki yang tersungkur, tubuhnya di penuhi oleh serpihan dari kelopak-kelopak bunga mawar. Dramatis sekali. Lelaki itu memaki seragam putih abu-abu. Jelas saja.. dia terkena duri-duri mawar yang cukup banyak.
"Aww.. Aduhh.. Ya ampun sial banget sih gue.. make jatoh di kebon mawar segala lagi.. Ahhkk..!! ini gara-gara satpam sialan itu..!!" gerutunya tak jelas, sambil membersihkan bunga-bunga yang menempel pada tubuhnya.
Untuk sejenak, aku terpaku melihatnya, dan berpikir mengapa dia bisa ada disini..?? hmm.. dan dengan segera juga aku mendapatkan jawabannya. Oh, sekarang dia mulai melihat ke arahku, setelah membersihkan tubuhnya dari bunga-bunga tadi.
"Eh.. hehehe.. haloo.. hehehe.. gimana kabarnya..?? hehehe.. aku sih bauk-baik aja." ucapnya kikuk
aku tertawa kecil, menertawainya yang salah tingkah. Dia masih tertegun melihatku.
"Kenapa kamu ada disini..? kayaknya kamu bukan pasien disini dehh.." ucapku, senyum.
"Eh.. ee.. aku.. aku.. ohh ini.. aku mau ke sekolahh.. jalan pintas.. jalan pintas.. hhehe.." jawabnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar